siapa teroris?

hebat banget negara kita ya?

kemana2 kita selalu dicurigain…

ke mall, mobil diperiksa

padahal dalem mobil bawa bayi, masa iya bawa bom sih?

yang paling mengganggu gue belakangan ini :

tidak bisa kirim segala bentuk cairan via courier!

yeah right!

alesannya : takut cairan mudah meledak

padahal sih, kalo emang niat ngeledakin, pake non cairan juga bisa!

gue udah lumayan dirugikan sama hal ini,

customer ardhia yang pada di luar kota & biasa beli cleansing milk, face toner, dll terpaksa gue tolak, karena semua courier menolak menerima & mengirimkannya.

ok, then…

gue bisa tolerir…moga2 pundi2 yang hilang itu segera diganti lewat jalan lain…

Tapi gue mulai mengamati kebiasaan para jasa courier yang pernah gue pake : tiki, jne, ncs, pcs, repex

Selain utk pengiriman barang ardhia, kirim paket ke keluarga di luar kota, gue juga sering bertransaksi dgn para jasa courier ini selama gue ngebantuin di AIMI (asosiasi ibu menyusui indonesia), dimana gue bertanggung jawab di bagian online shopping (utk suka duka selama handle line ini, akan gue ceritain di judul baru deh…hihihi)

Salah satu barang dagangan AIMI adalah botol kaca untuk penyimpanan ASI perah. Harganya nggak seberapa, tapi packagingnya & prosedur pengirimannya di courier so so so ribet banget.

Mereka pasti akan bertanya apa isi paket, dan gue akan menjawab :"botol kaca kosong, alat kesehatan"

Dan mereka pasti akan bertanya lagi, apakah berisi / mengandung cairan di dalamnya, dan gue akan menjawab :"nggak ada sama sekali"

Terakhir mereka akan menawarkan untuk di packing kayu (dengan biaya tambahan 2x lipat ongkos kirim) karena paketnya adalah barang mudah pecah. Kalo di TIKI raden saleh, penjelasannya sangat memuaskan, "packing kayu ini hanya mengurangi resiko ya bu, apabila barang masih pecah juga tetap di luar wewenang kami." Dan di TIKI raden saleh menyarankan untuk pengiriman dalam kota cukup ditempel stiker ‘fragile’ aja, yg di packing kayu hanya untuk pengiriman luar kota. Alhamdulillah, gak ada komplen dari pembeli, alias paket sampai dengan selamat.

Tapi di courier2 lain (termasuk agen TIKI di tn. kusir), gue bener2 di perlakukan kayak teroris!

"Bener bu, gak ada cairannya? nanti kalo ada cairannya waktu dibuka paksa sama pusat, gak bisa kekirim nih!"

"Ya harus di packing kayu lah bu, mau dalem kota, mau luar kota! Kalo pecah ibu tanggung sendiri ya!" Padahal kalo dipacking & pecah tetep aja dia gak nanggung juga!

Gila ya…mau ngirim barang aja udah dicurigain teroris!

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.