Archive for February, 2008

sakazaki? gak ngaruh layaaa…

Wednesday, February 27th, 2008

lagi heboh bakteri sakazaki di sufor & mpasi instan….

sori sori stroberi,

ammar & ibu tenang2 aja…hihihi

dulu juga :

lagi heboh harga susu pada naek gila2an…

sori sori stroberi,

ammar & ibu tenang2 aja….weeek!!!!

ibaratnya :

sakazaki menggonggong, menkes menyinyir,

ammar & ibu tetap berlalu…

sangat disayangkan pada momen seperti ini,

bu menkes kita yang ‘harusnya’ bersikap bijaksana ini kok malahan menjawab dengan cirikhas ibu2 arisan tentang perang produk?!?!?!?

sayang di sayang…oiy…sayang di sayang…

harusnya kan dia bisa menenangkan publik (baca : para konsumen sufor & mpasi instan) dengan :

  1. akan mengecek keabsahan penelitian tersebut
  2. bila memang terbukti tercemar, segera mengambil tindakan terhadap produsen tersebut
  3. bila tidak terbukti, kemukakan dengan bukti2 yang jelas (bukan tudingan tanpa bukti)
  4. jadikan saat ini menjadi kesempatan emas untuk menghimbau para ibu untuk kembali ke ASI & meminimalisir (kalo bisa menghindari) pemberian MPASI instan…

again and again and again,

gue concern tentang kegigihan ibu2 untuk memberi HANYA ASI pada 6 bulan pertama kehidupan bayi, tanpa ditambah apapun (sufor, air putih, air jeruk, pisang, apalagi mpasi instan)

setelah anak berusia 1 tahun, boleh disubstitusi saat terpaksa (yaitu sebisa mungkin ASI, dan baru diganti saat benar2 terpaksa sekali) dengan susu sapi segar atau uht atau pasteurisasi saja, jangan bubuk

karena proses pembuatan dari susu cair menjadi susu bubuk sudah merusak protein, vitamin & kandungan2 lainnya yang dibutuhkan tubuh anak..

sayang kan?

bukan karena valentine!!!!

Thursday, February 14th, 2008

ade2 perempuanku,

sahabat2ku yg belum / akan menikah,

ini saran pribadi…

carilah suami yang :

  • mau mengingatkan kita waktu kita akan gegabah mengambil keputusan
  • mau mendampingi kita waktu kita lagi merasa menyesal karena kita gegabah mengambil keputusan, tanpa dia perlu merasa menang & nge-judge, "i told you…."
  • menyelesaikan masalah kita karena kita sudah gegabah mengambil keputusan yang sudah dia ingatkan sebelumnya, tapi kita tetep bersikeras dan akhirnya kena masalah juga…(hmm…ngerti gak?!?)

kalo kalian dapet seorang suami seperti itu, berarti kalian punya seorang suami yang MENCINTAI kalian secara sebenarnya

kita sebagai perempuan PERLU suami yang mencintai, bukan yang minta dicintai (please,please…see the diference!)

kalau kita hanya mencintai dan hanya dicintai, pada saat kita kena masalah karena keputusan kita yang gegabah, kita pasti ditinggalkan

hidup bukan fairytale : seorang putri cantik kawin sama seorang pangeran ganteng, kaya, warisan berlimpah

hidup (apalagi berkeluarga) perlu logika, perlu keimanan

dengan logika & keimanan, hidup kita mungkin bisa jadi fairytale

Alhamdulillah, setelah 2 tahun 7 bulan,

gue bisa menyadari bahwa Allah udah kasih gue seorang Edu sebagai suami yang ‘terbukti’ MENCINTAI gue secara sebenarnya

siapa teroris?

Sunday, February 10th, 2008

hebat banget negara kita ya?

kemana2 kita selalu dicurigain…

ke mall, mobil diperiksa

padahal dalem mobil bawa bayi, masa iya bawa bom sih?

yang paling mengganggu gue belakangan ini :

tidak bisa kirim segala bentuk cairan via courier!

yeah right!

alesannya : takut cairan mudah meledak

padahal sih, kalo emang niat ngeledakin, pake non cairan juga bisa!

gue udah lumayan dirugikan sama hal ini,

customer ardhia yang pada di luar kota & biasa beli cleansing milk, face toner, dll terpaksa gue tolak, karena semua courier menolak menerima & mengirimkannya.

ok, then…

gue bisa tolerir…moga2 pundi2 yang hilang itu segera diganti lewat jalan lain…

Tapi gue mulai mengamati kebiasaan para jasa courier yang pernah gue pake : tiki, jne, ncs, pcs, repex

Selain utk pengiriman barang ardhia, kirim paket ke keluarga di luar kota, gue juga sering bertransaksi dgn para jasa courier ini selama gue ngebantuin di AIMI (asosiasi ibu menyusui indonesia), dimana gue bertanggung jawab di bagian online shopping (utk suka duka selama handle line ini, akan gue ceritain di judul baru deh…hihihi)

Salah satu barang dagangan AIMI adalah botol kaca untuk penyimpanan ASI perah. Harganya nggak seberapa, tapi packagingnya & prosedur pengirimannya di courier so so so ribet banget.

Mereka pasti akan bertanya apa isi paket, dan gue akan menjawab :"botol kaca kosong, alat kesehatan"

Dan mereka pasti akan bertanya lagi, apakah berisi / mengandung cairan di dalamnya, dan gue akan menjawab :"nggak ada sama sekali"

Terakhir mereka akan menawarkan untuk di packing kayu (dengan biaya tambahan 2x lipat ongkos kirim) karena paketnya adalah barang mudah pecah. Kalo di TIKI raden saleh, penjelasannya sangat memuaskan, "packing kayu ini hanya mengurangi resiko ya bu, apabila barang masih pecah juga tetap di luar wewenang kami." Dan di TIKI raden saleh menyarankan untuk pengiriman dalam kota cukup ditempel stiker ‘fragile’ aja, yg di packing kayu hanya untuk pengiriman luar kota. Alhamdulillah, gak ada komplen dari pembeli, alias paket sampai dengan selamat.

Tapi di courier2 lain (termasuk agen TIKI di tn. kusir), gue bener2 di perlakukan kayak teroris!

"Bener bu, gak ada cairannya? nanti kalo ada cairannya waktu dibuka paksa sama pusat, gak bisa kekirim nih!"

"Ya harus di packing kayu lah bu, mau dalem kota, mau luar kota! Kalo pecah ibu tanggung sendiri ya!" Padahal kalo dipacking & pecah tetep aja dia gak nanggung juga!

Gila ya…mau ngirim barang aja udah dicurigain teroris!