suatu pagi di lapangan banteng

pagi tadi kita ke lapangan banteng,

urus sim a yang sudah usang…

pukul 10 masih sedikit pagi buat kita,

tapi sengatan matahari nggak seperti pagi

sebuah mobil sim keliling kokoh terparkir,

tepat di seberang departemen agama…

kalo dengar cerita orangtua,

lapangan ini dulu begitu rimbun rindang…

tapi tidak sekarang!

walaupun masih ada pohon sana sini,

tanpa naungan tenda basa basi,

kita nggak akan kuat memandang jalan raya,

yang terderu gersang lalu lalang kendaraan…

sambil menunggu giliran foto,

kita duduk di seteduhan pohon…

banyak yang bisa diamati :

para applicant perpanjang sim mengisi formulir;

beberapa pengendara motor berhenti untuk answer handphone;

petugas SOR yang terbatuk-batuk meski sudah pake masker;

pol pp yang mengusir tukang toge goreng di ujung lapangan…

"ibu irawati!"

sudah giliran masuk untuk foto…

segera masuk ke mobil itu,

segera tes mata,

segera tanda tangan,

segera foto,

segera thumb scan,

segera jadi! (cuma 5 menitan)

sempet ngobrol sama para petugas yang memang sedikit kewalahan karena hari ini lumayan banyak applicant…

liat cara kerja mereka sangat cekatan,

ditengah hujatan banyak orang tentang citra polisi,

yang dirusak sebagian besar oknumnya yang bertingkah gak karuan,

jadi nggak tega sama bapak2 di dalem mobil ini…

mereka tetap semangat biarpun ac mobil sekarat

mereka tetap semangat biarpun diluar begitu membakar

mereka tetap semangat biarpun peralatan, komputer, dan lainnya begitu menghabiskan kalori

"sudah selesai bu, biaya sim nya 85ribu, asuransinya 15ribu, jadi total 100ribu rupiah"

begitu sopan, begitu melayani

waah…valuable sekali!

begini yang kita harapkan dari mereka, bukan?

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.